Pages

Jumat, 28 September 2012

Teori Kebutuhan Sekular: Teori kebutuhan Maslow


Teori Kebutuhan  Abrahan H. Maslow
Abraham Maslow (lahir 1 April 1908 – meninggal 8 Juni 1970 pada umur 62 tahun) adalah teoretikus yang banyak memberi inspirasi dalam teori kepribadian. Ia juga seorang psikolog yang berasal dari Amerika. Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs atau Hirarki Kebutuhan.

Kebutuhan Fisiologis (Faali)
Kebutuhan ini terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif konstan. Mereka adalah kebutuhan kuat karena jika seseorang tidak diberi semua kebutuhan, fisiologis yang akan datang pertama dalam pencarian seseorang untuk kepuasan. Kebutuhan yang biasanya di jadikan titik-tolak teori motivasi adalah apa yang disebut dorongan Fisiologis. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling kuat. Seseorag yang kekurangan makanan, keamanan, kasih saying dan penghargaan, kemungkinan besar akan memilih makanan dari pada yang lainnya.
Apabila semua kebutuhan kurang dipenuhi, dan kebutuhan itu di dominasi oleh kebutuhan pokok, kebutuhan yang lainya mungkin akan terdesak ke belakang atau di kesampingkan.  Bagi orang yang sangat kelaparan, tidak ada fokus atau perhatian lain kecuali makanan. Ia memikinkan makanan, ia mengingat makanan, ia hanya merasakan makanan, dan ia hanya menginginkan makanan.

Kebutuhan akan Rasa Aman
Ketika semua kebutuhan fisiologis telah terpenuhi dan tidak mengendalikan pikiran lagi dan perilaku, maka akan muncul kebutuhan-kebutuhan baru yang kurang-lebih dapat di kategorikan dalam kebutuhan akan  rasa aman (keamanan, kemantapan, ketergantungan, perlindungan, bebas dari rasa takut, cemas, dan kekalutan; dsb).
Kebutuhan ini hampir merupakan pengatur prilaku eksklusif, yang menyerap semua kapasitas orhganisme dalam usaha memuaskan kebutuhan ini. Dan layak apabila organism itu digambarkan sebagai suatu system mekanisme pencari keselamatan. Orang dewasa memiliki sedikit kesadaran keamanan mereka kebutuhan kecuali pada saat darurat atau periode disorganisasi dalam struktur sosial (seperti kerusuhan luas). Anak-anak dan bayi sering menampilkan tanda-tanda rasa tidak aman dan perlu aman. Anak-anak dan bayi memiliki reaksi terhadp ancaman dan bahaya yang lebih jelas (mudah dimengerti), karena mereka sama sekali tidak  menahan atau menutupi reaksi ini. Sedangkan pada orang dewasa, apabila mereka merasa terancam, orang dewasa cenderung menahan dan menutupi reaksi mereka terhadap ancaman yang mereka rasakan.

Kebutuhan akan Rasa Cinta, Kasih Sayang dan Memiliki
Ketika kebutuhan fisiologis dan keselamatan telah terpenuhi, maka kelas berikutnya adalah  kebutuhan untuk cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow menyatakan bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Ini melibatkan kedua dan menerima cinta, kasih sayang dan memberikan rasa memiliki. Dengan mendapatkan kasih sayang, seseorang merasa bahwa ia diterima oleh kelompoknya, merasa bahwa ia merupakan salah seorang anggota keluarga yang cukup berharga. Agar setiap siswa merasa ia diterima dalam kelompoknya, maka dapat dilakukan dengan cara belajar bersama dengan teman yang lain. Hal ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketajaman berfikir siswa. Kebutuhan untuk diakui sama dengan orang lain sering mendapatkan kasih sayang dan memiliki merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi.

Kebutuhan Memperoleh Penghargaan
Semua orang dalam masyarakat mempunyai kebutuhan dan keinginan akan penilaian, hormat diri (harga diri), dan penghargaan dari orang lain. Karena itu kebutuhan ini dapat dikategorikan menjadi dua perangkat tambahan, yaitu:
a)   Pertama, keinginana akan kekuatan, prestasi, kecukupan, keunggulan, dan kemampuan, kepercayaan kepada diri sendiri, dan kebebasan.
b)  Kedua, hasrat akan nama baik atau gengsi, prestise, status sosial, ketenaran, dominasi pengakuan, perhatian, martabat, dan apresiasi.
Ketika tiga kelas pertama kebutuhan dipenuhi, kebutuhan untuk penghargaan bisa menjadi dominan. Ini melibatkan kebutuhan baik harga diri dan untuk seseorang mendapat penghargaan dari orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk tegas, berdasarkan, tingkat tinggi stabil diri, dan rasa hormat dari orang lain. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, orang merasa percaya diri dan berharga sebagai orang di dunia. Ketika kebutuhan frustrasi, orang merasa rendah, lemah, tak berdaya dan tidak berharga.

Kebutuhan akan Aktualisasi Diri

Meskipun keempat kebutuhan telah terpenuhi, seseorang masih sering merasa perasaan tidak puas. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan.” “Seorang musisi harus bermusik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis.” Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. Orang itu merasa di tepi, tegang, kurang sesuatu, singkatnya, gelisah. Jika seseorang lapar, tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, sangat mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. Hal ini tidak selalu jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri.
Munculnya kebutuhan aktualisasi diri biasanyaberdasarkan suatu pemenuhan suatu kebutuhan fisiologis kebutuhan akan keselamatan, cinta, kasih sayang dan rasa memiliki, serta memperoleh penghargaan.

0 komentar:

Posting Komentar