Pages

Rabu, 27 Februari 2013

Diary of Nightmare: Ice Princess





Chapter two: Ice Princess

Di pagi yang cerah, Rachel bersiap pergi sekolah.
“ Pak Dim, semuanya sudah siap pak? Kita berangkat ke sekolah sekarang. ” Kata Rachel
“ Siap Non” ujar Pak Diman. Pak Diman adalah supir pribadi milik Rachel yang selalu mengantarnya kemanapun ia inginkan. Di dalam perjalanan menuju sekolah..
“ Pak Dim, Rachel mau cerita sesuatu ”, kata Rachel kepada Pak Diman yang sedang menyetir.

“ Cerita tentang apa Non? “, tanya Pak Diman.
“ Tadi malam, Rachel memimpikan Kak Jemmy. Di dalam mimpi Rachel, Rachel bersama Kak Jemmy sedang menunggu matahari terbenam di bukit belakang Villa. Kami berdua merebahkan tubuh, menatap langit. Rachel menatap wajah Kak Jemmy, dia memejamkan mata sambil tersenyum. Ketika Rachel menayakan kabar dan alasanya meninggalkan Rachel, Kak Jemmy memandangi Rachel dalam sambil membelai rambut Rachel. Saat Rachel ingin memeluk tubuh Kak Jemmy, tiba-tiba ia menghilang, meninggalkan Rachel lagu, lalu Rachel terbangun “, Rachel membendung air matanya.
“ Bagaimana kabar Kak Jemmy sekarang? Apakah ia baik-baik saja? “, tanya Rachel.
“ Den Jemmy pasti baik-baik saja “, jawab Pak Diman.
“ Non Rachel sudah tujuh tahun tidak pernah lagi mengunjungi villa semenjak Den Jemmy pergi. Apakah Non Rachel tidak mau mengunjungi untuk sesekali? ”, tanya Pak Diman.
“ Mengunjungi Villa, membuat Rachel selalu teringat Kak Jemmy. Mungkin belum saatnya Rachel mengunjungi Villa ”, jawab Rachel
 “ Pak Dim, Apakah pohon besar di bukit belakang Villa masih ada ? “, tanya Rachel.
“ Tentu Non. Pohon besar di bukit belakang Villa masih tetap tumbuh sama seperti tujuh tahun lalu. ”, jawab Pak Diman.
“ Syukurlah, Rachel juga rindu bermain di bukit belakang Villa”, ucap Rachel.

“ Non, kita sudah sampai di sekolah”, kata Pak Diman.
“ Pak Diman, nanti jemput Rachel seperti biasanya ya Pak”, kata Rachel.
“ Baiklah Non, nanti Pak Diman jemput pada pukul 16.30 ”, jawab Pak Diman.
“ Baiklah, Terimakasih ya Pak “ ucap Rachel kepada Pak Diman yang dibalas dengan anggukan kepala Pak Diman di Dalam mobil yang melaju keluar area sekolah.

 Rachel bergegas menuju ke ruang loker. ketika Rachel berjalan menuju ruang loker, ia melewati lapangan basket dan melihat Gio dan teman-temanya sedang bemain basket.
“ Hai Rachel, bagaimana kabarmu hari ini, cantik? “, Tanya Gio seraya merayu.
“ Kabarku baik, dan aku yakin hari ini semua akan berjalan sesuai dengan baik.
Apakah kau sudah mengerjakan tugas Geometri? Bukankah kau harus menghadiri kelasnya saat ini? ”,  Tanya  Rachel
 “ Astaga !! kau benar.. guru Killer itu. Aku harus menghadiri kelasnya sekarang juga”, jawab Gio. Dengan segera Gio menghentikan permain dan merapikan dirinya lalu ia menghampiri Rachel.
“ Oh ya Chel,  sebelum kau ke kelas jangan lupa periksa lokermu hari ini. Aku mempunyai sesuatu di lokermu… Bye-bye Rachel ” ucap Gio sambil berlari dengan terburu-buru menuju kelas.

Di ruang loker, Rachel menemukan setangkai mawar merah cantik dengan sepucuk surat di dalam lokernya.


“ A beauty flower for beautiful Girl…  From your admirer “
Gio…


Apatis, itulah yang tersirat dari ekspresi Rachel saat melihat bunga dan membaca surat Gio di lokernya. Sebesar apapun usaha Gio untuk lakukan, tidak akan dapat meluluhkan dinginya hati  Rachel.
“ Lelaki bodoh, dia pikir setangkai bunga dapat meluluhkan hatiku?! ” ucap Rachel, lalu membuang bunga mawar dan merobek surat kecil dari Gio.

Di akhir jam pelajaran.. “ oke anak-anak, pelajaran cukup sampai di sini.. sekarang saya akan memberikan tugas kelompok untuk kalian semua… tugas paper kali ini berkaitan dengan peradaban manusia prasejarah. Deadline tugas 1 minggu, di kirimkan ke email saya. Sekian pertemuan kita hari ini “ papar Bu Anggie di depan kelas. Kelas pun berakhir.
“ Hai Rachel.. apakah kau mau mengerjakan tugas bersama ku? “, kata Nina menawarkan.
“ Maaf, aku bisa mengerjakan tugas ini sendiri. Aku tidak membutuhkan pertolongan orang lain “, jawab Rachel. 
“ Ohh, begitu… “, ucap nina dengan kecewa.
“ Aku harus segera ke suatu tempat, bisakah kau tidak menutupi jalanku? “, kata Rachel.
“ maafkan aku ”, sesaal Nina.
Bel berbunyi, jam pelajaran telah selesai. semua siswa merapikan buku dan alat tulis mereka lalu bersiap pulang. Belum sempat Rachel keluar dari kelas, secara tiba-tiba Gio menghadangnya,
“ Chel, kamu sudah melihat lokermu?” tanya Gio
“ Ahh kau mengagetkanku.. Sudah, memangnya kenapa?” jawab Rachel terkejut.
“ Apakah kau menemukan sesuatu?” tanya Gio tersipu.
“ Hmm… aku menemukan setangkai bunga mawar merah yang sangat indah di lokerku. Apakah itu dari mu? ”, tanya Rachel manis
“ Ya, Apakah kau menyukainya?” tanya Gio.
“ Tentu, aku sangat menyukainya. Aku akan menyimpan mawar indah itu ”, jawab Rachel yang menggetarkan hati Gio.
“  Aku senang jika kau menyukai mawar itu. Hmm maukah kamu pulang bersama ku?” sahut Gio
“ Oh Gio, terima kasih atas tawaranya tetapi maaf, Pak Diman telah menunggu ku”. Jawab Rachel
“ Baiklah kalau begitu, aku tidak akan memaksa mu. Hati-hati Rachel ” ucap Gio kecewa.
“  Terima kasih Gio. Di lain waktu, aku tidak akan melewatkan kesempatan untuk berdua bersama mu”, jawab Rachel dengan kerlingan mata yang menggoda.
“ Baiklah aku akan menunggumu.. bye Rachel.. “, ujar Gio.
Bukanlah hal yang sulit bagi Rachel menolak rayuan dan tawaran Gio.  Rachel hanya berpura-pura baik di depan Gio hanya demi citranya, walaupun sesungguhnya Rachel sangat tidak menyukai Gio.
“ Lelaki tak berguna. Hanya membuang waktuku saja”, ucap Rachel kesal dalam hati.


Di lapangan, Gio menghampiri Drew dan Frans yang sedang bermain basket.
“ Hei bro, bagaimana usahamu hari ini? Berhasilkah? “, tanya Frans.
“ Hahaha, dari raut wajah lu telah terlihat sebuah kekalahan.. “ selak Drew. “ Apa yang ngebuat lu sangat patang menyerah untuk ngedapetin si Ice Princess? Hah? “
“ Apa loe bilang? Kekalahan?! Gio tidak akan pernah kalah, suatu saat nanti Rachel akan bertekuk lutut dihadapan gue, semua usaha gue akan terbayar “, jawab Gio.
well, gue tunggu apakah Casanova Prince bisa meluluhkan hati Ice Princess. Atau akankah teman kita kali ini akan gagal meraih obsesinya?? Haha “, tantang Drew.
“ Berani taruhan apa lu kalo gue berhasil ngedapetin Rachel?? “, tantang Gio balik.
“ Oke kalo lu berhasil ngedapetin dia seperti cewek-cewek yang berhasil lu taklukin sebelumnya, gue bakal ngetraktir dan jadi supir lu berdua selama sebulan. Bagaimana Tuan Muda, Deal..?! “, jawab Drew.
“ Oke gue bakal buktiin ke lu berdua, dan lu Drew siap-siap aja lu jadi supir kita berdua minggu depan.. “, ujar Gio percaya diri.
“ Sudah-sudah, mari kita sudahi perdebatan di sore hari ini.. bagaimana jika kalian berdua gue traktir hangout malem ini, gimana?! Gue bosan mendengar kalian berdua berdebat “, kata Frans menengahi.
“ Oke cepet kita pergi hangout.. udah suntuk banget gue “, ucap Gio.
“ Weits bro, lu gak suntuk gara-gara gue kan?? Hahaha “, kata Drew.
“ Oke sekarang kita naik mobil gue, suruh supir-supr kalian buat mengambil mobil klian masing-masing di parkiran “, ujar Frans.

Rachel bergegas menuju lobby sekolah, di koridor sekolah secara tak sengaja ia bertabrakan dengan Nina. Nina terjatuh, buku-buku yang ia bawa berserakan di sekelilingnya.
“ Hei kau ! Sudah pakai kacamata, masih saja menabrak orang sembarangan ! ” teriak Rachel pada Nina
“ Ma…maafkan aku”, ucap Nina tertunduk
“ Cepatkau bereskan semua buku-buku mu dari jalanku..! ” perintah Rachel.
Secara mengejutkan, Sisyl yang memperhatikan Rachel dan Nina dari kejauhan datang.
“ Astaga Nina, apakah  Rachel meyakiti hatimu? ” kata Sisyl sambil membatu Nina membereskan buku-bukunya.
“ Aku tidak apa-apa kok Syl”, jawab Nina.
“ Benarkah?! Kalau begitu, cepat pergi dari sini”, ucap Sisyl sambil mengusir Nina.
“ Tapi, aku tidak bisa melihat dengan jelas tapa kacamataku. Aku tidak bisa menemukanya “, kata Nina
“ kacamata mu?! Oh itu dia.. “
Sisyl menemukan kacamata Nina, dan menginjaknya dengan sengaja, “ Ups, maaf.. aku telah menginjak kacamatamu “
“ Cepat pergi sekarang juga..!! “, teriak Sisyl.
Nina pergi dengan menahan tangis akibat perlakuan Sisyl kepadanya.
“ Halo, putri yang bermuka dua”, sapa Sisyl
“ Mau apa kau dengan ku? Aku tak punya waktu berurusan dengan orang seperti mu”, jawab Rachel ketus.
“ Apakah sekarang kamu sedang sibuk membunuh rasa sepimu  tuan putrid yang pintar merayu?”, tanya Sisyl menyindir.
“  Apa maksud ucapanmu..!! ”, cerca Rachel.
“ Tuan putri yang manis dan baik hati, berhentilah kau mengoda pada Gio”, kata Sisyl.
“ Betapa lucunya dirimu Sisyl. Gio yang selalu merayuku selama ini”, jawab Rachel.
“ Hahahaha, apakah kau berharap Gio untuk merayu mu? Betapa menyedihkanya dirimu”, ucap Sisyl sambil tertawa kecil.
“ Apa yang kau tertawakan?! Lagi pula apakah Gio salah memilih aku yang jauh lebih baik dari mu?” serang Rachel.
“ Apa yang katakana tadi?! Apa maksudmu kau lebih baik dariku?!”, Ucap Sisyl tak terima.
“ Sudahlah, waktuku terbuang percuma untuk berdebat dengan orang yang tak sepadan dengan ku. Aku harus pergi mengejar sesuatu yang lebih berarti dari pada harus berdebat dengan orang seperti mu”, seru Rachel seraya melangkahkan kakinya meninggalkan Sisyl dan gerombolanya.
“ Tutup mulutmu Rachel!! Aku tak terima dengan semua ucapanmu! Akan kubalas kau suatu saat nanti!”, teriak Sisyl.
“ Akan ku tunggu saat itu, aku takan pernah takut padamu!” jawab Rachel dari dalam mobilnya.

Setelah kejadian diantara Sisyl dan Rachel di sore hari itu, terjadilah sebuah perang dingin diantara mereka berdua. Kedua orang yang mempunyai pengaruh di lingkungan sekolanya ini telah mengimbaskan konflik mereka ke semua siswa..
Menyebar bagaikan partikel debu yang tertiup angin.

Senin, 14 Januari 2013

Ironi

Mungkin aku hanyalah bodoh
Hanya meratap yang ada di hadapanku..
Berharap fajar akan bersinar
Berharap mendung akan menghilang
Berharap sejuk embun rerumputan..

Mungkin aku hanyalah buta
yang berada dalam imaji semu tanpa warna..
Ku kira Andeomeda, tetapi hanya sekumpulan debu asteroid
Kukira seekor Naga, tetapi hanya kutu busuk tak diharapkan..

Aku hanya mempertahankan hasrat
Memupuk harap mengabaikan lara..

Aku hanya membagi kesempatan
Dan membiarkan menguap sia-sia

Aku hanya mencoba menggenggam
Memberi sedikit udara
Mencari kehampaan..

Apakah ini semua kesalahan?
Atau memang tiada lagi angin yang akan berhembus
Mengering lalu mati...


130104

Kamis, 08 November 2012

Awal dan Akhir Hanyalah Ilusi



Hanya dapat membayangkan dalam lamunan imaji
Luka yang samar-samar mulai terasa dan air mata enggan menitik
Mengapa kau pergi begitu cepat begitu tiba-tiba

Aku tahu luka ini takan sembuh
Melihat kau menghilang, lenyap, hanya membuatnya semakin parah
Dari sebuah perpisahan tanpa selamat tinggal

Pada akhirnya semua hitam, 
tangisan ini  tak terkendali
Yang bisa ku ingat hanyalah senyum  dan hangat tubuhmu
Aku berusaha menggenggam,  memeluk  dalam ketidakberdayaan
Sampai akhirnya kusadari
Awal dan akhir hanyalah ilusi . . . .



Inspired by IU - Story Only I Didn't Know

foto

Rabu, 31 Oktober 2012

Sekularisme


Sekularisme yang dalam bahasa Arabnya dikenal “al-’Ilmaniyyah”, diambil dari kata ilmu. Konon, secara mafhum, ia bermaksud mengangkat martabat ilmu.Dalam hal ini tentu tidak bertentangan dengan paham Islam yang juga menjadikan ilmu sebagai satu perkara penting manusia. Bahkan, sejak awal, Islam menganjurkan untuk memuliakan ilmu. Tetapi sebenarnya, penerjemahan kata sekular kepada “al-’Ilmaniyyah” hanyalah tipu daya yang berlindung di balik slogan ilmu.

Istilah sekularisme pertama kali digunakan oleh penulis Inggris George Holoyake pada tahun 1846. Walaupun istilah yang digunakannya adalah baru, konsep kebebasan berpikir yang darinya sekularisme didasarkan, telah ada sepanjang sejarah. Ide-ide sekular yang menyangkut pemisahan filsafat dan agama dapat dirunut baik ke Ibnu Rushdi dan aliran filsafat Averoisme. Holyoake menggunakan istilah sekularisme untuk menjelaskan pandangannya yang mendukung tatanan sosial terpisah dari agama, tanpa merendahkan atau mengkritik sebuah kepercayaan beragama.


Pengertian Sekularisme

Kamus Dunia Baru oleh Wipster merinci makna Sekularisme dengan menyebutkan sebagai berikut, Yaitu:
Semangat Keduniaan atau orientasi “duniawi” dan sejenisnya. Secara khusus adalah undang-undang dari sekumpulan prinsip dan prakterk (practices) yang menolak setiap bentuk keimanan dan ibadah.
Keyakinan bahwa agama dan urusan-urusan gereja tidak ada hubungannya sama sekali dengan soal-soal pemerintahan, terutama soal pendidikan umum.

Kamus Oxford menyebutkan sebagai berikut,
Sekularisme artinya bersifat keduniaan atau materialisme, bukan keagamaan atau keruhaniaan. Seperti pendidikan sekuler, seni atau musik sekuler pemerintahan sekuler, pemerintahan yang bertentangan dengan gereja.
Sekularisme adalah pendapat yang mengatakan bahwa agama tidak layak menjadi fondasi ahlak dan pendidikan.

Sementara Kamus Internasional Modern ketiga menyebutkan:
Sekularisme ialah suatu pandangan dalam hidup atau dalam satu masalah yang berprinsip bahwa agama atau hal-hal yang bernuansa agama tidak boleh masuk ke dalam pemerintahan, atau pertimbangan-pertimbangan keagamaan harus dijauhkan darinya. Maksudnya adalah: Politik sekuler murni dalam pemerintahan, misalnya yang terpisah sama sekali dari agama.

Ilmu Tanah: Pengertian Tanah



Ilmu tanah adalah pengkajian terhadap tanah sebagai sumber daya alam. Dalam ilmu ini dipelajari berbagai aspek tentang tanah, seperti pembentukan, klasifikasi, pemetaan, berbagai karakteristik fisik, kimiawi, biologis, kesuburannya, sekaligus mengenai pemanfaatan dan pengelolaannya.



Pengertian tanah

Menurut Ensiklopedi Indonesia
Tanah adalah campuran bagian - bagian batuan dengan material serta bahan organik yang merupakan sisa kehidupan yang timbul pada permukaan bumi akibat erosi dan pelapukan karena proses waktu.

Menurut Pendekatan Ahli Geologi
Ahli geologi akhir abad XIX mendefinisikan tanah sebagai lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolit yaitu lapisan partikel halus.

Menurut Hanafiah
Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tumbuh tegaknya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang hara dan sumber penyuplai hara atau nutrisi (meliputi: senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur essensial seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, dan Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan.

Menurut Darmawijaya (1990)
Tanah sebagai akumulasi tubuh alam bebas, menduduki sebagain besar permukaan palnet bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula.

Menurut Soil Survey Staff  (1999)
Tanah merupakan suatu benda alam yang tersusun dari padatan (bahan mineral dan bahan organik), cairan dan gas, yang menempati permukaan daratan, menempati ruang, dan dicirikan oleh salah satu atau kedua berikut: horison-horison, atau lapisan-lapisan, yang dapat dibedakan dari bahan asalnya sebagai hasil dari suatu proses penambahan, kehilangan, pemindahan dan transformasi energi dan materi, atau berkemampuan mendukung tanaman berakar di dalam suatu lingkungan alam.

Menurut Schoeder (1972)
Tanah sebagai suatu sistem tiga fase yang mengandung air, udara dan bahan-bahan mineral dan organik serta jasad-jasad hidup, yang karena pengaruh berbagai faktor lingkungan pada permukaan bumi dan kurun waktu, membentuk berbagai hasil perubahan yang memiliki ciri-ciri morfologi yang khas, sehingga berperan sebagai tempat tumbuh bermacam-macam tanaman.

Menurut Jooffe dan Marbut (1949), dua orang ahli Ilmu Tanah dari Amerika Serikat
Tanah adalah tubuh alam yang terbentuk dan berkembang sebagai akibat bekerjanya gaya-gaya alam terhadap bahan-bahan alam dipermukaan bumi. Tubuh alam ini dapat berdiferensiasi membentuk horizon-horizon mieneral maupun organik yang kedalamannya beragam dan berbeda-beda sifat-sifatnya dengan bahan induk yang terletak dibawahnya dalam hal morfologi, komposisi kimia, sifat-sifat fisik maupun kehidupan biologinya.


Jumat, 28 September 2012

Teori Kebutuhan Sekular: Teori kebutuhan Maslow


Teori Kebutuhan  Abrahan H. Maslow
Abraham Maslow (lahir 1 April 1908 – meninggal 8 Juni 1970 pada umur 62 tahun) adalah teoretikus yang banyak memberi inspirasi dalam teori kepribadian. Ia juga seorang psikolog yang berasal dari Amerika. Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs atau Hirarki Kebutuhan.

Kebutuhan Fisiologis (Faali)
Kebutuhan ini terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif konstan. Mereka adalah kebutuhan kuat karena jika seseorang tidak diberi semua kebutuhan, fisiologis yang akan datang pertama dalam pencarian seseorang untuk kepuasan. Kebutuhan yang biasanya di jadikan titik-tolak teori motivasi adalah apa yang disebut dorongan Fisiologis. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling kuat. Seseorag yang kekurangan makanan, keamanan, kasih saying dan penghargaan, kemungkinan besar akan memilih makanan dari pada yang lainnya.
Apabila semua kebutuhan kurang dipenuhi, dan kebutuhan itu di dominasi oleh kebutuhan pokok, kebutuhan yang lainya mungkin akan terdesak ke belakang atau di kesampingkan.  Bagi orang yang sangat kelaparan, tidak ada fokus atau perhatian lain kecuali makanan. Ia memikinkan makanan, ia mengingat makanan, ia hanya merasakan makanan, dan ia hanya menginginkan makanan.

Kebutuhan akan Rasa Aman
Ketika semua kebutuhan fisiologis telah terpenuhi dan tidak mengendalikan pikiran lagi dan perilaku, maka akan muncul kebutuhan-kebutuhan baru yang kurang-lebih dapat di kategorikan dalam kebutuhan akan  rasa aman (keamanan, kemantapan, ketergantungan, perlindungan, bebas dari rasa takut, cemas, dan kekalutan; dsb).
Kebutuhan ini hampir merupakan pengatur prilaku eksklusif, yang menyerap semua kapasitas orhganisme dalam usaha memuaskan kebutuhan ini. Dan layak apabila organism itu digambarkan sebagai suatu system mekanisme pencari keselamatan. Orang dewasa memiliki sedikit kesadaran keamanan mereka kebutuhan kecuali pada saat darurat atau periode disorganisasi dalam struktur sosial (seperti kerusuhan luas). Anak-anak dan bayi sering menampilkan tanda-tanda rasa tidak aman dan perlu aman. Anak-anak dan bayi memiliki reaksi terhadp ancaman dan bahaya yang lebih jelas (mudah dimengerti), karena mereka sama sekali tidak  menahan atau menutupi reaksi ini. Sedangkan pada orang dewasa, apabila mereka merasa terancam, orang dewasa cenderung menahan dan menutupi reaksi mereka terhadap ancaman yang mereka rasakan.

Kebutuhan akan Rasa Cinta, Kasih Sayang dan Memiliki
Ketika kebutuhan fisiologis dan keselamatan telah terpenuhi, maka kelas berikutnya adalah  kebutuhan untuk cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow menyatakan bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Ini melibatkan kedua dan menerima cinta, kasih sayang dan memberikan rasa memiliki. Dengan mendapatkan kasih sayang, seseorang merasa bahwa ia diterima oleh kelompoknya, merasa bahwa ia merupakan salah seorang anggota keluarga yang cukup berharga. Agar setiap siswa merasa ia diterima dalam kelompoknya, maka dapat dilakukan dengan cara belajar bersama dengan teman yang lain. Hal ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketajaman berfikir siswa. Kebutuhan untuk diakui sama dengan orang lain sering mendapatkan kasih sayang dan memiliki merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi.

Kebutuhan Memperoleh Penghargaan
Semua orang dalam masyarakat mempunyai kebutuhan dan keinginan akan penilaian, hormat diri (harga diri), dan penghargaan dari orang lain. Karena itu kebutuhan ini dapat dikategorikan menjadi dua perangkat tambahan, yaitu:
a)   Pertama, keinginana akan kekuatan, prestasi, kecukupan, keunggulan, dan kemampuan, kepercayaan kepada diri sendiri, dan kebebasan.
b)  Kedua, hasrat akan nama baik atau gengsi, prestise, status sosial, ketenaran, dominasi pengakuan, perhatian, martabat, dan apresiasi.
Ketika tiga kelas pertama kebutuhan dipenuhi, kebutuhan untuk penghargaan bisa menjadi dominan. Ini melibatkan kebutuhan baik harga diri dan untuk seseorang mendapat penghargaan dari orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk tegas, berdasarkan, tingkat tinggi stabil diri, dan rasa hormat dari orang lain. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, orang merasa percaya diri dan berharga sebagai orang di dunia. Ketika kebutuhan frustrasi, orang merasa rendah, lemah, tak berdaya dan tidak berharga.

Kebutuhan akan Aktualisasi Diri

Meskipun keempat kebutuhan telah terpenuhi, seseorang masih sering merasa perasaan tidak puas. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan.” “Seorang musisi harus bermusik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis.” Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. Orang itu merasa di tepi, tegang, kurang sesuatu, singkatnya, gelisah. Jika seseorang lapar, tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, sangat mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. Hal ini tidak selalu jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri.
Munculnya kebutuhan aktualisasi diri biasanyaberdasarkan suatu pemenuhan suatu kebutuhan fisiologis kebutuhan akan keselamatan, cinta, kasih sayang dan rasa memiliki, serta memperoleh penghargaan.

Sabtu, 22 September 2012

Teori Kebutuhan Sekular: Teori Kebutuhan Murray


Kebutuhan adalah salah satu aspek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) berusaha. Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.


Henry Alexander Murray (13 Mei 1893 - 23 Juni 1988) adalah seorang Amerika psikolog yang mengajar selama lebih dari 30 tahun di Harvard University. Murray mengembangkan teori kepribadian Personology disebut, berdasarkan " kebutuhan "dan" tekan”. Mernurut Murray (1938), kebutuhan adalah suatu konstruk (fiksi atau konsep hipotesis) yang mewakili suatu daya dalam diri seorang individu pada bagian otak, kekuatan yang mengatur persepsi, apersepsi, pemahaman, konasi, dan kegiatan sedemikian rupa untuk mengubah situasi yang ada dan yang tidak memuaskan ke arah tertentu. Kebutuhan kadang-kadang langsung dibangkitkan oleh proses-proses internal tertentu pada diri seorang individu, tetapi lebih sering (bila dalam keadaan siap) oleh terjadinya salah satu dari sejumlah kecil tekanan yang secara umum efektif (pengaruh-pengaruh lingkungan) dalam diri seorang individu.



A.  Kebutuhan yang dimotivasi oleh keinginan untuk mencapai power, kekayaan, prestise, pengetahuan atau prestasi kreatif :

        a)  Need Achievement (kebutuhan prestasi)
            Bekerja mencapai suatu tujuan dengan energi, daya tahan dan kepastian tujuan. Menetapkan standar prilaku yang tinggi untuk diri sendiri dan bekerja secara mandiri untuk mencapai standar itu. Mengatasi hambatan atau menguasai situasi, memanipulasi objek atau orang. Menuntaskan suatu pekerjaan secara tahan. Menjadi ambisius, kompetitif dan penuh insprirasi.



             b)  Need Acquisition (kebutuhan perolehan) :
1) Sosial : Bekerja untuk uang, pemilikan materi atau objek yang berharga. Keinginan untuk mencapai mobilitas sosial (misalnya: dari kelas bawah ke menengah). Tawar-menawar atau berjudi. Perilaku hemat.
2)  Asosial : Mencuri, menipu, merampok, dsb. Tamak dalam arti mencapai pencapaian objek dengan menyakiti orang lain atau melanggar prinsip etika dan hukum. Tujuan pencapaian bisa objek, bahkan mungkin orang (misal: penculikan).


             c)  Need Aggresion (kebutuhan agresi) :
1)  Emotional, Verbal : Bertengkar mulut atau berargumen dengan orang lain. Menjadi marah, menghina, mengecam, mengkritik, mengutuk yang dapat dilakukan secara terbuka atau dengan tulisan.
2) Physical, Sosial : Membunuh untuk membela diri. Membela negara atau hukum, misalnya menjadi agresif sewaktu perang atau membela hukum. Misalnya : menyerang pencuri.
3)  Physical, Asosial : Agresi terhadap aturan hukum dan standar moral, tanpa adanya ancaman dari orang lain, berbuat kriminal. Berkelahi atau menyerang otoritas legal atau sosok otoritas (orang tua, polisi, majikan, kepala sekolah, dsb).

         d)  Need Construction (kebutuhan ketertiban)
 Mengorganisasi, membangun, menciptakan, menempatkan sesuatu / mengatur sesuatu menjadi susunan yang baru.

          e)  Need Counteraction (kebutuhan mengatasi kelemahan)
            Memperbaiki kesalahan / kekalahan, mengatasi kelemahan / kompensasi, melawan penghinaan.   Need Counteraction muncul tergantung pada adanya penghinaan, kegagalan atau kekalahan yang telah dialami sebelumnya.

           f)  Need Dominance (kebutuhan dominasi)
             Mengontor, mempengaruhi, mengatur lingkungan manusia, termasuk disini adalah sikap memaksa, persuasive, asertif, keputusan yang keras, oritatif. Juga perilaku memimpin. Memustuskan, melarang, membatasi, menjalankan manajemen / mengelola, memerintah.


              g)  Need  Expotition (kebutuhan menginterprestasikan)
              Memberi tahu, mengajar, memberi instruksi. Menjelaskan, mengartikan / menginterprestasikan untuk orang lain. Kebutuhan ini biasanya berfusi dengan Need Dominance, Need Recognation, atau Need Achievment.

               h)  Need Recognition (kebutuhan ekshibisi)
             Mencari pujian, penghargaan, perhatian. Membuat perilaku yang menarik perhatian, mendramatisasi penampilan, menyombongkan diri. Harus dibedakan dengan Need Achievment yang menunjukan perilaku untuk melakukan sesuatu, karena Need Recognition hanya bertujuan agar orang lain memperhatikan.

              i)  Need Understanding (kebutuhan pemahaman)
              Mencari ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan (wisdow). Mencoba memahami hubungan antara suatu objek, atau kejadian dengan objek / kejadian lainnya. Berdiskusi dan berargumentasi untuk meningkatkan pengetahuan. Mencoba menghubungan pikiran dengan fakta. Menganalisis kejadian dan menggeneralisasikan.


B. Kebutuhan yang dimotivasi oleh afeksi, kekaguman, simpati, cinta dan ketergantungan /  dependensi :

 a)  Need Affiliation (kebutuhan afiliasi) :
1) Assosiative : Menjalin hubungan persahabatan, diarahkan pada orang tertentu, atau   sekelompok orang / organisasi / kelompok sosial.
 2) Emosional : Menjalin hubungan akrab, intim, afeksi, dsb. Misalnya jatuh cinta, menikah tetap setia.

    b)  Need Deference (kebutuhan sikap hormat) :
   1)   Compliance : Cepat setuju untuk bekerja sama, patuh pada usulan orang lain, kesediaan    mengikuti kepemimpinan orang lain. Harus dibedakan dari Need Abasement yang mengandung ketaatan tetapi karena terpaksa / tidak dengan sukarela.
  2) Respect : Memuji atau mengekspresikan, kekaguman, memuja seseorang. Mengagumi karena keberhasilan atau bakat orang lain.

c)   Need Nurturance (kebutuhan sikap memelihara)
   Memberi simpati atau memuaskan kebutuhan orang lain. Membantu, memberi makan, mendukung, menghibur, melindungi atau membuat nyaman / tenang, mereka yang membutuhkan kenyamanan dan ketenangan. Meningkatkan kesejahteraan orang yang tidak berdaya. Memberikan waktu, tenaga atau uang sebagai sarana membantu orang lain. Memberi kebebasan. Kebutuhan ini bisa juga dipenuhi sendiri melalui intranurturance melalui pencarian hiburan dengan cara menggunakan obat-obatan, minuman atau makanan untuk melupakan rasa sedih dan penderitaan.

d)  Need Sex (kebutuhan seks)
   Hubungan seksual, pergaulan lawan jenis, jatuh cinta. Kalau dibandingkan dengan Need Affiliation, Need Sex, ada unsur tindakan / perilaku, sedangkan Need Affiliation hanya bersifat emosional.

e)  Need Succorance (kebutuhan pertolongan dalam kesusahan)
  Kecenderungan untuk menangis, meminta bantuan, dukungan, nasehat, pengampunan, perlindungan, cinta. Menjadi tak berdaya, tergantung memburu afeksi atau kelembutan, menerima pemberian tanpa keraguan-keraguan, dsb. Orang dengan Need Nurturance memuaskan orang lain dengan Need Succorance.


C.  Kebutuhan yang dimotivasi oleh keinganan akan kebebasan, perubahan, rangsangan (excitement) dan permainan :

             a)     Need Autonomy (kebutuhan otonomi) :
1)  Freedom : Bebas, keluar dari kungkungan, menjadi mandiri. Menjadi tidak terikat, tidak terhambat. Memutuskan hubungan, keluar (drop out) dari sekolah.
2) Resistance : Menolak untuk taat pada tuntutan orang lain, negativisme, menyimpang. Menolak pemaksaan.
3)  Asosial : Melakukan perilaku yang dilarang, melanggar aturan model / legal dan standar sosial dan diancam hukuman, sengaja menipu, minum-minum, dsb. Juga perbuatan-perbuatan criminal lain kecuali mencuri (karena mencuri berkaitan dengan nafsu pemilikan yang termasuk Need Acquisition).

b)   Ned Change, Travel, Adventure (kebutuhan perubahan, perjalanan, petualangan) : Merasakan kebebasan dan kebutuhan akan pengalaman baru, tanah baru, situasi baru. Bermimpi menjelajahi daerah baru, menulis novel petualangan, dsb. Biasanya berfusi dengan Need Autonomy.

c)   Need Excitance, Dissipation (kebutuhan eksistensi, lawan bahaya) : Melakukan tindakan yang merangsang tegangan emosional, menantang bahaya. Hal ini dikacaukan dengan kebutuhan perjalanan (Need Change), berjudi (Need Acquisition), minum alcohol (Need Nurturance). Namun berbeda dengan tekanan pada ketegangan, tekanan pada ketegangan emosional, meskipun kebutuhan-kebutuhan itu bias berdifusi.
d)   Need Playmirth (kebutuhan permainan) : Bertindak untuk kesenangan (fun), tanpa tujuan jelas selain kesenangan itu sendiri. Tertawa, bermain, bercanda, menari, bermain peran (make-believe activity), dsb. Namun kalau permainan itu serius dan kompetitif, maka akan muncul Need Achievement.

D.    Kebutuhan lain-lain :
a)  Need Abasement (kebutuhan sikap merendah) : Menyerah secara pasif pada kekuatan luar. Menerima luka, hinaan, kritik, hukuman atau merasa sakit dan rendah diri (inferior). Mengambil sikap pasif, lemah. Biasanya berfusi dengan Need Succorance, Need Deference, atau Need Sex, misalnya : dalam kasus masochisme.

b)  Need Blame Avoidance (kebutuhan menghindari rasa hina) : Bertindak untuk menghindari kesalahan atau penolakan (blame/rejection). Menghambat impuls asosial, menghindari hukuman atau hinaan karena kesalahan berulang. Mengaku salah, menyerah untuk menghindari hinaan lanjutan, bersikap konvensional (mengikuti kebiasaan), rajin, tahu tanggung jawab tugas, dsb.

c)   Need Cognizance (kebutuhan mengungkap rasa ingin tahu) : Mencari, menyelidiki, menjelajahi, bertindak seperti detektif. Mengintip (voyeurism). Bertanya, memuaskan rasa ingin tahu, melihat, menyimak, menginspeksi. Membaca dan mencari pengetahuan. Biasanya berfusi dengan Need Understanding, Need Change (travel, dsb), atau Need Achievement.

d)    Need Harm Avoidance (kebutuhan menghindari bahaya) : Menghindari sakit fisik, menarik diri, melarikan diri. Termasuk reaksi kecemasan / ketakutan pada suara keras, kehilangan dukungan, atau hadirnya orang asing. Menghindari diri dari situasi yang membahayakan. Hati-hati, cemas, dsb. Jika orang tersebut secara sengaja masuk pada situasi yang berbahaya tetapi dengan memperhitungkan bahaya berarti yang muncul Need Excitance, Need Disspation.

e)   Need Passivity (kebutuhan ketenangan) : Mencari atau menikmati ketenangan, beristirahat, obat penenang, kedamaian. Merasa lelah, apatis, malas. Kebutuhan akan perenungan yang tenang (kontemplasi).

f)   Need Rejection (kebutuhan penolakan) : Mengabaikan, mengeluarkan / menolak orang lain, tutup mulut, tidak peduli, mengabaikan, mengkritik. Menolak hasil kerja orang lain karena menuntut standar penilaian yang tinggi, yang tidak dipenuhi hasil kerja itu. Biasanya berfusi dengan Need Passivity dan Need Agression. Need Rejection bisa juga diarahkan kedalam diri, yaitu berfusi dengan Need Abasement sehingga menimbulkan perasaan depresi dan perilaku bunuh diri.

g)   Need Retention (kebutuhan menahan kepunyaan) : Menahan sesuatu, menolak meminjamkan, posesif (menahan kepunyaan), menolak untuk memberikan. Apa yang ditahan itu bisa objek, waktu, energi maupun afeksi terhadap orang lain (cinta yang terlalu mengungkung atau “possessive love”).

h) Need Sentience (kebutuhan keharuan) : Mencari dan menikmati kenangan / kesan yang menyenangkan. Menikmati pemandangan yang indah, mengomentari atmosfif, cuaca, warna ruang, gambar, suara, rasa dan bau yang menyenangkan. Mungkin berfusi dengan Need Sex (erotic sentience), Need Construction (menikmati komposisi atau kreativitas), atau Need Recognition (tampil dihadapan umum).